Bidayatul Mujtahid Lengkap – Akbar Media


Bidayatul Mujtahid LENGKAP
Buku: Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid – Lengkap 2 Jilid
Penulis: Ibnu Rusyd (Averroes)
Tahqiq & Takhrij: DR. Abdullah Al-Abadi
Pengantar: Syaikh Muhammad Wa’iz, DR. Mahmud Khadhrah
Penerjemah: Abdul Rasyad Shiddiq
Cover: Hard Cover
Penerbit: Akbar Media
Berat: 2550 gr/set
Harga: Rp 330.000,-/set
KLIK DISINI UNTUK PEMBELIAN
Lihat Resensi

DESKRIPSI:

Sebuah Kitab Fiqih Referensi Legendaris Terlengkap yang Ditulis oleh seorang Ahli Fiqih dan Filsuf terbesar di dunia
Rujukan Utama Fiqih Perbandingan Madzhab Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Bidayatul Mujtahid 1 Rp.165.000

JILID 1 # Berat: 1,245 gr # Rp. 165.000,-

 

Semenjak Thariq bin Ziyad (Taric el Tuerto) berhasil membuka rahim Andalusia (Spanyol) melalui selat Gibraltar pada 711 M – sesuai ekspedisi Islamnya dari Afrika Utara- maka saat itulah Islam masuk dengan derasnya ke Eropa, diawali dari Spanyol kemudian Perancis hingga ke Italia. Di awal milenium pertama, muncul dua kekuatan super power yang silih berganti menguasai Andalusia, yaitu pemerintahan Murabithun (Yusuf bin Tasytin) kemudian Muwahidun (Ibnu Tumart).

Di tengah-tengah dua kekuasaan tersebut lahirlah dua orang ahli fiqih terkenal di Andalusia, yang sama-sama bernama Ibnu Rusyd, keduanya sama-sama bermadzhab Maliki. Yang pertama adalah Ibnu Rusyd Al-Jadd (si kakek) dan yang kedua adalah Ibnu Rusyd al-Hafid (si cucu). Namun dari keduanya yang paling tersohor di dunia adalah Ibnu Rusyd al-Hafid yang memiliki beragam profesi mulai dari dokter, dosen/guru, ahli hukum, filsuf, pejabat negara dan penulis denga karya legendarisnya yang terkenal di dunia, yaitu Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid. Di masanya setidaknya hingga saat ini belum ada atau bahkan tidak ada yang mampu menandingi ketinggian kualitas fiqih perbandingan yang terdapat dalam karya ini.

Dalam pandangan Ibnu Rusyd, terutama ketika berbicara tentang hasil ijtihad dalam fiqih, kebenaran hanya mutlak dari Allah ta’ala, adapun manusia tidak mengeluarkan kebenaran bahkan untuk mendapatkannya mereka hanya bisa melaluinya dengan jalan menafsirkannya. Dan tafsir bukanlah kebenaran itu sendiri sebagaimana ia harus terus dipegang teguh. Karena akan ada masanya setiap penafsiran tersebut diuji hingga diketahui benar tidaknya. Oleh karena itu, harus bisa dibedakan mana tafsir dan mana kebenaran, karena tafsir berasal dari manusia sementara kebenaran berasal dari Allah ta’ala. Tafsir bisa berubah setiap masa seiring perubahan dan kematangan berpikir manusia sementara kebenaran takkan pernah berubah oleh tempat dan waktu. Selamat membaca.

Bidayatul Mujtahid 2 Rp.165.000

JILID 2 # Berat: 1,305 gr # Rp. 165.000,-

Sejak madzhab-madzhab Islam dirintis oleh para Imam ratusan tahun silam, selain sisi positifnya yang harus diakui keberadaannya, ada lagi sisi negatif yang terus ditinggalkannya dan yang tidak boleh dilupakan hingga saat ini yaitu fanatisme (taqlid).
Mereka sendiri sudah mewasiatkan jauh-jauh sebelum kematiannya untuk jangan mengikuti mereka sejengkal pun bila ucapan/perbuatan mereka bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Namun naas, oleh para pengikutnya ucapan dan perbuatan imam-imam tersebut semuanya malah dianggap Al-Qur’an dan As-Sunnah sendiri sehingga haram dibantah. Bila ada yang membantah maka debat yang diawali oleh lisan akan hanya berakhir dengan darah atau minimal hubungan silaturrahmi putus seketika.
Untuk membasmi fanatisme buta semacam ini Ibnu Rusyd berupaya dengan sungguh-sungguh menyusun sebuah kitab fiqih mu’tabar  yang bernama Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid, Tujuan dari penulisan karya ini adalah mengembalikan ummat Islam pada dasar yang sesungguhnya, yaitu Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mereka dapat bersatu kembali dengan persatuan dan persaudaraan Islam dan meninggalkan fanatisme buta.
Meskipun Ibnu Rusyd bermadzhab Maliki dan berloyalitas terhadapnya, namun tidak serta merta membuat beliau gelap mata dalam memandang kebenaran. Tak jarang dalam karya ini beliau membantah pendapat para ulama Maliki bahkan Imam Malik sendiri bila ternyata bertentangan dengan dalil-dalil yang benar. Bahkan tanpa gengsi sedikit pun beliau dengan berani mengakui kebenaran-kebenaran yang terdapat di luar madzhab Maliki, seperti madzhab Hanafi, Syafi’i, Hanbali dan juga Zhahiri yang memang didukung oleh dalil-dalil yang benar yang berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karya ini selalu memanjakan anda dengan analisisnya yang ilmiah, tajam, logis, sistematis dipadu dengan retorika yang menawan dan tentu saja bertanggung jawab dengan ketetapan dalil-dalil yang disajikannya kepada setiap permasalahan yang dibahas. dan amat disayangkan bila karya ini lewat begitu saja dalam kehidupan anda tanpa pernah anda miliki. Oleh karena itu, inilah momen yang tepat bagi anda untuk memajukan cara berpikir anda dalam melihat persoalan-persoalan yang terjadi dalam kehidupan ummat Islam. Selamat membaca.

Tinggalkan Testimoni Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s