Adab Seorang Murid Terhadap Gurunya


adabImam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

أما المتعلم فينبغي له تقديم طهارة النفس عن رذائل الأخلاق ومذموم الصفات. إذ العلم عبادة القلب وينبغى له قطع العلائق الشاغلة، فان الفكرة متى توزعت قصرت عن إدراك الحقائق
Dianjurkan bagi seorang murid untuk menyucikan jiwanya terlebih dahulu dari akhlak yang hina dan sifat-sifat yang tercela, karena ilmu adalah ibadah hati. Dan mengurangi keterikatannya dengan segala kesibukan dunia, karena kesibukkan dunia menjadikan pikiran seorang murid itu bercabang sehingga di dalam menerima hakikat ilmu juga terbatas.

Beliau juga berkata:
وعلى المتعلم أن يلقى زمامه إلي المعلم اللقاء المريض زمامه إلي الطبيب، فيتواضع له ، ويبالغ فى خدمته
Seorang murid adalah sosok yang selalu menyerahkan kendali dirinya (bergantung) kepada gurunya, sebagaimana pasien yang menyerahkan penyakitnya kepada dokter, karena itu ia harus bersikap tawadhu’ (rendah hati) di hadapan dokter, sehingga dokter benar-benar mengobatinya.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma pernah memegangi tali kekang hewan tunggangan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu seraya berkata:
هكذا أمرنا أن نفعل بالعلماء
“Beginilah cara kami memperlakukan para ulama”[HR. At-Tirmidzi, kitab Al-‘Ilmu (4/475)]

***

[Diringkas dari kitab Mukhtashar Minhaajul Qaashidiin (22) Imam Ibnu Qudamah, tahqiq: Abu Hafsh Sayyid ‘Imran, cet. Darul Hadits, Cairo, th. 1425 H – 2005 M.][Status Facebook Maktabah Manhaj Salaf]

One response to “Adab Seorang Murid Terhadap Gurunya

Tinggalkan Testimoni Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s