Ketergesa-gesaan Adalah Tabiat Manusia


tergesa

***

Betapa banyak orang yang terpeleset karena berjalan tegesa-gesa
Betapa banyak orang yang tertinggal barang bawaannya karena tergesa-gesa
Betapa banyak keputusan yang keliru karena menyimpulkan dengan tergesa-gesa
Betapa banyak
Betapa banyak orang bercerai akibat tergesa-gesa dalam menyikapi keadaan
Betapa banyak orang yang mengeluh dalam doa karena tergesa-gesa ingin dikabulkan
Betapa dan betapa…

***

Tergesa-gesa memang merupakan tabiat manusia sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab-Ku), Oleh karena itu, janganlah kalian minta kepada-Ku untuk mendatangkannya dengan segera! (QS. Al-Anbiya’:37)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا
Dan manusia bersifat tergesa-gesa. (QS. Al-Israa’:11)

***

Jika memang tergesa-gesa sudah menjadi tabiat manusia maka bukan berarti kita berpasrah diri terhadap qadha al-kauniy (ketetapan kauniyah Allah) dalam hal ini guru kami Al-Ustadz Riyadh bin Badr Bajrey pernah memberikan suatu kaidah sebagai pegangan dalam hal tersebut yaitu:
نؤمن بالقضاء الكوني ونلتزم بالحكم الشرعي
“Kita beriman kepada ketetapan kauniyah Allah dan kita berpegang-teguh dengan hukum Allah.”

Dengan begitu kita harus mengetahui bahwa:
الحياة الإختيار
“Hidup adalah pilihan”

Dan kita memilih untuk tidak tergesa-gesa sekalipun secara fitrah kita diciptakan memiliki sifat tergesa-gesa hal itu karena kita harus menerima hukum-hukum Allah sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits:

Rasulullaah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

التَّأَنِّي مِنَ اللهِ، وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Ketenangan (tidak tergesa-gesa) datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa datangnya dari setan.[HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 1795)]

Dengan begitu kita tidak boleh memperturutkan tabiat yang terdapat dalam diri kita sendiri apabila hal tersebut tidak baik sebagaimana ketergesa-gesaan adalah tabiat yang tidak baik, sebab dampak dari tergesa-gesa adalah kesalahan dan tergesa-gesa pun merupakan bisikan syaithan oleh karenanya kita harus berusaha (memilih) sikap yang tenang.

Allah ta’ala sudah mengingatkan manusia dalam firman-Nya agar tidak tergesa-gesa:

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya adalah tanggungan Kami. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. (QS. Al-Qiyamah:16-19).

Dengan begitu tidaklah diperkenankan bagi kita untuk mengikuti hawa nafsu ataupun tabiat yang tidak baik akan tetapi kita memilih untuk mentaati apa yang Allah ta’ala perintahkan yaitu bersikap tenang (tidak tergesa-gesa) dalam melakukan apapun, semoga apa yang kami sampaikan di sini dapat bermanfaat bagi diri kami dan pembaca sekalian umumnya. Wallaahu a’lam

Tinggalkan Testimoni Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s