Pembenaran Dapat Menyaput Kebenaran


Pernah kita jumpai dari berbagai diskusi atau pun perdebatan di facebook (terutama) bahwa kebanyakan diskusi / debat itu tidak menghasilkan apa-apa melainkan hanya semakin menambah kebencian satu sama lain.

Tujuan kita (ahlussunnah) adalah hendak mengingatkan mereka dari perbuatan bid’ahnya namun ternyata mereka malah balik menyerang dengan beragam istidlal (berdalil) walhasil tidak sinkron satu dengan yang lainnya.

Mereka (muqallid mubtadi’) tetap bersikukuh dengan pendapat-pendapatnya atau nukilan-nukilannya sehingga amalan bid’ahnya dianggap sebagai suatu yang hasanah atau terdapat mashalih (kebaikan) di dalamnya sehingga mereka tidak mau meninggalkan amalan bid’ahnya tersebut.

Walhamdulillah kebetulan sekali tadi sedang baca-baca kitab, ana menemukan sebuah nasihat yang indah dari Ulama Jordania yaitu Syaikh Ali Hasan Al-Halabi hafizhahullah, berikut nukilannya:

NASIHAT SYAIKH ‘ALI HASAN AL-HALABI

فكلَّ مَن أحدث بدعةً يزْعُمُ صراحةً أنَّ فيها مصلحة للمسلمين و عليه؛ فلا فأئدة من البحثِ في معنى البدعة أو التحذير منها فتكون الأحاديث الكثيرة الوفيرة الورادة في ذمِّ البدعة لا ثمرة لها ولا فائدة تُجنى منها

Setiap orang yang mengamalkan bid’ah beranggapan bahwa di dalamnya terkandung maslahat bagi kaum muslimin, maka kepadanya (orang tersebut) tidak ada manfaatnya menerangkan tentang makna bid’ah atau mentahdzir (memperingatkan) dari bid’ah. Banyak hadits-hadits yang menerangkan celaan terhadap bid’ah jadi tidak berguna dan tidak ada manfaat yang bisa diambil darinya. [‘Ilmu Ushuul Bida’ (hlm. 226) Daar Ar-Rayyah, cet.I, th. 1413 H]

Syaikh Ali mengutarakan hal ini di dalam kitabnya dikarenakan sudah diketahui bahwa setiap orang yang selalu berkelit atau selalu mencari pembenaran maka sulit menjumpai kebenaran, mengapa demikian ?Karena ia sudah disibukkan dengan pencarian pembenarannya sehingga tidak ada lagi waktu untuk mencari kebenaran, sebab kondisi pencarian pembenaran akan sangat menyita banyak waktu dan mesti membongkar kitab di sana-sini atau kalau versi modernnya mesti membuka berbagai aplikasi kutub.

Dengan demikian jika sudah diketahui kita menjumpai orang-orang yang berpegang teguh kepada pembenarannya maka semestinyalah kita menjauhinya, mengapa?
Karena hanya akan membuang-buang waktu saja bicara dengannya, di samping itu pun dikhawatirkan ia akan menabur syubhat yang diluar kapasitas kita, Allahul Musta’aan.

Ini hanya sebuah nasihat, semoga bermanfaat.[Status Facebook Maktabah Manhaj Salaf]

Tinggalkan Testimoni Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s