Resensi Buku: Ensiklopedi Manajemen Hati


Klik gambar untuk melihat detail produk

Judul Asli: Mausuu’atu Fiqhil Quluub
Judul Buku: Ensiklopedi Manajemen Hati
Penulis: Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri
Penerjemah: Suratman, Lc. & Agus Makmun, S.Pd.I
Penerbit: Darus Sunnah
Kota Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: Februari 2014
Cetakan: Pertama
Deskripsi Fisik: 4 Jilid; Hard Cover
ISBN:  978-602-7965-12-6

Buku Ensiklopedi Manajemen Hati merupakan salah satu buku terbaik yang mengupas tentang pensucian jiwa sehingga para pembaca akan disuguhkan dengan berbagai nasihat dan saran agar memperkuat jiwa yang sedang lemah atau hati yang sedang gundah.

Buku ini berjumlah empat jilid dan setiap jilidnya memiliki pembahasan yang edukatif disertai dengan pemaparan dari penulis yang mudah dipahami oleh seluruh kalangan kaum muslimin baik awam maupun terpelajar, disertai dengan dalil-dalil pendukung dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sehingga semakin meningkatkan kualitas buku ini.

  • Pada Jilid pertama dibahas tentang Fiqih Tauhid dan Syariah
  • Pada Jilid kedua dibahas tentang Fiqih Ibadah
  • Pada Jilid ketiga dibahas tentang Fiqih Akhlak, Fiqih Hati, Fiqih
  • Ketaatan dan kemaksiatan
  • Pada Jilid keempat dibahas tentang Fiqih musuh-musuh manusia

Pada kesempatan kali ini kami akan meringkas sedikit dari isi buku ini pada Bab Fikih Hati.


FIKIH HATI

[1: Penciptaan Hati]

Allah ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”(QS. An-Nahl: 78)

Allah ta’ala juga berfirman:

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”(QS. Al-Hajj: 46)

Allah ta’ala telah menciptakan manusia dengan memiliki anggota tubuh bagian luar dan dalam. Pada bagian dalam manusia terdapat banyak anggota tubuh. Yang paling pentingnya adalah jantung, hati, dan lambung.

Lafazh القَلْبُ (Al-Qalbu) dapat disebutkan untuk dua makna

  • Pertama, Al-Qalbu yang artinya hati yaitu daging yang terletak di sebelah kiri dada dalam. Hati adalah daging istimewa. Di bagian dalamnya terdapat rongga. Pada rongga tersebut terdapat darah hitam yang merupakan sumber dan tempat penyimpanan ruh. Darah tersebut mengalir ke dalam hati lalu dipompa kembali dengan perarntara pembuluh-pembuluh darah supaya tubuh terpelihara dengan baik.
  • Kedua, Al-Qalbu dengan arti hati dalam makna konotasiyang memiliki keterikatan dengan hati sebagai organ tubuh. Hati ini merupakan hakikat manusia. Hati ini yang dapat memahami, mengetahui, mengenal. Hati ini yang diberikan perintah, tutuntan, pahala dan hukuman. Hati ini memiliki keterikatan dengan jantung.

Ruh adalah jenis raga yang halus (ghaib) yang sumbernya berada di rongga jantung dan menyebar ke seleuruh bagian-bagian tubuh dengan perantara pembuluh-pembuluh darah.

Ruh berada di dalam tubuh. Ruh adalah pancaran cahaya kehidupan dengan indra; pendengaran, penglihatan, dan penciuman berasal dari ruh lalu menuju ke seluruh anggota tubuh, sama seperti pancaran cahaya lampu yang menerangi sudut-sudut rumah.

Gambaran perjalanan dan pergerakan ruh di dalam tubuh manusia sama seperti pergerakan sinaran lampu di bagian sisi-sisi rumah dengan diatur oleh penggeraknya.

Kata النَّفْسُ (jiwa) dapat diartikan sebagai dzat manusia. Juga dapat diartikan sebagai penghimpun kekuatan amarah dan syahwat di dalam tubuh manusia.

Akal adalah segala sesuatu yang dipikirkan oleh manusia tentang perkataan dan perbuatan yang dapat mencacati dan menodainya. Kebalikannya, (jika akal tersebut terbelenggu) maka menjadi gila. Akal dapat di dartikan sebagai ilmu tentang hakikat-hakikat perkara, sehingga dia menjadi suatu ungkapan tentang sifat ilmu yang tempatnya adalah hati. Juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat memahami ilmu, sehingga ia menjadi bagian dari hati.

Ketika Allah ta’ala menciptakan manusia, Allah menguji dan mencobanya dengna beberapa hal yang dapat mengorek kejujuran dan kedustaannya, ketaatan dan kemaksiatannya, juga kebaikan dan keburukannya.

Sehingga Allah mencampur empat unsur di dalam penciptaan dan pembentukan manusia, yaitu sifat binatang buas, sifat binatang ternak, sifat setan dan sifat rabbani. Itu semua dikumpulkan di dalam hatinya.

Manusia dari segi amarah yang menguasainya, dia akan melakukan tindakan dan perbuatan layaknya binatang buas seperti permusuhan, kebencian, menghujam orang-orang dengan cercaan, pukulan dan pembunuhan.

Manusia dari segi syahwat yang menguasainya, dia akan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyerupai binatang ternak seperti rakus, tamak, hobi kawin, nafsu seks dan lain sebagainya.

Manusia dari segi keistimewaannya lebih sempurna dari binatang ternak dengan akal yang dimilikinya. Namun terkadang dia menyerupai binatang dalam hal amarah dan syahwat. Pada saat itulah dia akan dirasuki sifat setan. Sehingga dia akan menjadi orang picik yang menggunakan akalnya untuk menciptakan jalan-jalan kejahatan, menggapai tujuan-tujuan dengan makar dan tipu muslihat, dan menampakkan keburukan dengan tampilan kebaikan. Itu semua adalah perbuatan setan.

Manusia dari segi sifat rabbani yang ada di dalam jiwanya, dia akan mengklaim sifat Rububiyyah (sifat ketuhanan) bagi dirinya, mencintai kekuasaan di dalam segala perkara, suka bertindak sewenang-wenang di dalam segala urusan, egois terhadap kepemimpinan, dan ingin lepas dari tali peribadatan dan sikap rendah hati. Orang itu juga akan mengaku-ngaku mengetahui hakikat segala perkara yang akan terjadi. Padahal mengetahui seluruh hakikat dan menguasai seluruh makhluk adalah termasuk di antara sifat-sifat Rububiyyah; dan di dalam jiwa manusia terdapat ketamakan akan hal tersebut.

Di dalam setiap jiwa manusia terdapat noda dan kotoran dari keempat sifat-sifat tersebut sehingga mengenal hati dan hakikat sifat-sifatnya merupakan landasan agama dan asas jalannya orang-orang yang ingin melangkah. Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ

“Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.”(QS. An-Nuur: 40)

Hati dapat tenggelam di dalam perkara yang menguasainya, seperti pada sesuatu yang ia suka, ia benci dan ia takuti.

Sesuatu yang ia sukai akan terus dia cari; sesuatu yang ia benci akan terus ia lawan; dan sesuatu yang ia takuti akan terus ia hindari. Rasa harap selalu bergantung dengan sesuatu yang dibenci.

Tidak ada yang dapat mendatangkan berbagai kebaikan dan segala sesuatu yang disukai kecuali  Allah ta’ala dan tidak ada yang dapat menghilangkan berbagai keburukan dan segala sesuatu yang dibenci kecuali Allah ta’ala. Allah Maha Mengetahui di mana Dia akan menjadikan risalah-Nya. Allah ta’ala berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan diantara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. Yunus: 107) [dinukil dari buku ini (jilid: 3, hlm. 127-130)]


[PERSONAL REVIEW]

Buku ini sangat direkomendasikan bagi kaum muslimin dan layak untuk dibaca, dipelajari dan diamalkan isinya, terutama bagi seseorang yang sedang dirundung duka dan kegundahan hati. Sesuai dengan konsepnya, buku ini memberikan kita banyak solusi dan jawaban atas problematika hati dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Tidak sedikit orang baik dari kalangan ‘alim maupun awam yang mengabaikan perihal tazkiyatun nufus (pensucian jiwa) sehingga tak ayal ada da’i yang menyeru namun kecondongan hatinya lebih besar dalam mengharapkan bayaran yang besar dari makhluk (meskipun hal tersebut boleh) namun jika condongnya hati kepada bayaran di dunia maka dia telah keluar dari jalur dakwah yang sebenarnya yaitu mengharapkan wajah Allah ta’ala.

Begitu juga orang-orang awam yang senantiasa berperilaku sembarangan dalam mengambil suatu sikap dikarenakan ketidak-tahuan mereka tentang kondisi jiwa mereka dan pemicunya ialah mereka tidak berkehendak dalam mengenali jiwanya sendiri bahkan seringkali buku-buku bertema tazkiyatun nufus diabaikan sehingga kondisi mereka pun semakin memprihatinkan.

Keistimewaan buku ini ialah membahas banyak permasalah fikih baik fikih syariah maupun fikih tazkiyatun nufus sehingga para pembaca seolah-olah dicukupkan dengan hanya memiliki buku ini saja, saking lengkapnya penyajian materi yang dibawakan dalam buku ini.

Hanya saja buku ini tergolong mahal bagi kalangan ekonomi bawah dikarenakan jumlah jilid yang banyak sehingga penawaran harganya pun cukup tinggi, namun kendati begitu pun yang namanya sebuah ilmu itu dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa, raga, harta dan waktu sebab jikalau meraih ilmu tanpa hal tersebut niscaya ia tidak akan melekat dalam jiwanya sebagaimana disebutkan oleh sebagian salaf:

العلم لا يعطيك بعضه حتى تعطيه كلك

“Ilmu itu tidak akan melekat kepadamu walaupun separuhnya sehingga engkau mendedikasikan dirimu untuk ilmu dengan segenap dirimu.”

Dengan demikian tidak perlu lagi mencari alasan pembenaran bagi kita jikalau memang kita membutuhkan ilmu syar’i terutama ilmu yang mengupas tentang tazkiyatun nufus, sebab ilmu ini erat kaitannya dengan ilmu tauhid.

Resensi ini selesai dibuat di Kota Tangerang Selatan, 15 Safar 1436 H / 8 Desember 2014 M oleh Abu Hamzah Yudha Abdul Ghani. pukul: 13:34 WIB

Catatan Tambahan:
Jika anda hendak copy-paste artikel ini silahkan dibaca terlebih dahulu artikel kami yang berjudul Etika Copy-Paste.


Teruskan Berbelanja

Tinggalkan Testimoni Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s